Pustaka Pelajar Muhammad SAW & Karl Mark, MUNIR CHE ANAM, PUSTAKA PELAJAR, toko buku online, penerbit pustaka pelajar, beli buku online,

Office: Celeban Timur UHIII/548 Yogyakarta 55167
Telepon: 087839061986 (online)
Email: pustakapelajaronline@yahoo.co.id (pembelian online)
Facebook: Pustaka Pelajar | Twitter: @pustakapelajar
BBM: 5326A938 | WhatsApp: 087839061986

Search

Keranjang Belanja

  • Keranjang kosong

Jumlah Buku

Jumlah Buku hingga saat ini 2240

Jam Layanan

Senin - Sabtu

08.00 WIB - 12.00 WIB

13.00 WIB - 16.00 WIB

Testimoni

  • Arie Elcaputera – Bengkulu

    Udah nyampai dengan selamat tanpa terhalang banjir. Makasi banyak

  • Simon Takdir – Singkawang Kalbar

    Buku sudah saya terima dengan baik dari pak pos hari ini terimakasih banyak

  • Lia Rachmatilah – Bandung

    Makasih ya Pustaka Pelajar, buku karangan Mukti Arto yang saya pesan sudah sampai :)

  • Agus Sophian – Jombang Jawa Timur

    Pada siang hari ini saya telah menerima paket kiriman buku dari penerbit Pustaka Pelajar. Buku tersebut saya terima dalam keadaan baik dan sesuai dengan pesanan. Terima kasih atas kerjasamanya selama ini, semoga penerbit Pustaka Pelajar senantiasa menerbitkan buku-buku berkualitas

  • Deni Maharani – Kediri
    barang sudah diterima kemarin
    trmksh mas
  • Dyan Tambunan – Jakarta

    Bukunya baru saja sampai, maturnuwun.

  • Agus Hendro Setyawan – Magetan

    Bukunya sudah saya terima, terimakasih. Senang bisa berbelanja di Pustaka Pelajar

  • Imda Robani – Bogor

    Alhamdulillah bukunya sudah sampai, Terimakasiih

  • Hafidz Umami – Baubau Sulawesi Tenggara

    Buku sudah sampe di tangan Terimakasih

  • Fatikha Khoeriyah – Brebes Jawa Tengah

    Selamat Pagi, ini bukunya sudah saya terima, terimakasih

  • Khana Suranta – Palangkaraya

    Selamat pagi, buku telah kami terima dengan baik, terimakasih

  • Ardie Yosafat Pandie – Semarang

    Bukunya sudah sampai.. Terima kasih

  • Mustofa – Pasuruan

    Kiriman Uda nyampek mas… trimakasih banyak..

  • Suradi Yasil – Makassar

    Siang, ini saya Suradi Yasil telah menerima  kiriman buku Stilistika Pragmatis sesuai pesanan saya. Saya gembira dan mengapresiasi pelayanan Anda. Makasih

  • Standy – Purwokerto

    Buku yang saya sudah diterima dengan baik, terimakasih atas pelayanannya

  • Citra Orwella – Bandung

    makasih Pustaka Pelajar,  paket bukunya dah sampe  ternyata lbh enak beli buku scr online hihi *keranjingan*

  • Anugrah Saputra – Depok

    Buku sudah sampai dengan selamat terimakasih

  • Davy Lee – Jakarta

    Paket telah diterima dlm kondisi baik pukul 12:30 WIB hari ini. Saya tidak menyangka paket sampai dari Jogja begitu cepat. Saya sangat puas dg pelayanan Pustaka Pelajar. Kapan-kapan saya mungkin akan kembali berbelanja lagi apabila saya memerlukan buku lainnya. Semoga pelayanan online-nya senantiasa dipelihara agar konsumen bapak menjadi pelanggan di Pustaka Pelajar.

    Terima kasih.

     

  • Sulis Jatmiko

    Pak pesanan buku pidatonya sudah saya terima. Terima kasih atas kerja samanya. Lain waktu mudah-mudahan bisa kerjasama lagi.

  • Jong- Guk Bak South Korean
    Selamat siang,
    Ya, saya sudah menerima buku itu. Kamus itu sangat baik. Terima kasih!
    Jong-Guk Bak
  • Ayu-Palembang

    Gan Bukunya udah sampe, makasih gan

  • ARIF

    Buku Membangun Perekonomian Rakyat sudah saya terima. Terima kasih, makasih pustaka pelajar. Saya sangat puas dengan pelayanannya, harap dipertahankan dan semoga pustaka pelajar makin maju.

  • Arief Setiawan

    Buku Membangun Perekonomian Rakyat sudah saya terima, makasih pustaka pelajar, saya sangat puas dengan pelayanannya, harap dipertahankan dan semoga pustaka pelajar makin maju.

  • Paloma-Batam

    Terima Kasih, bukunya sudah sampai Batam.

  • Krisna

    Buku sudah saya terima. terima Kasih.

  • Ignasius Margana-Kupang

    Paket buku sudah kami terima dengan baik.

    Terima kasih atas kerja samanya.

  • Badzlia

    Bukunya sudah saya terima. Terima kasih banyak.

  • AZWAR

    Buku sudah saya terima dan terima kasih

  • Agus-Jakarta

    Alhamdulilah buku sudah kami terima.

  • Angga – Sleman

    Terima kasih, pelayanannya cepat dan memuaskan :)

  • Julian WP

    Bukunya bagus bagus, keren, dan sip

Pembayaran

Follow Us!

Muhammad SAW & Karl Mark

Harga : Rp55,000

Judul MUHAMMAD SAW & KARL MARK
Penulis MUNIR CHE ANAM
Jumlah Halaman XX + 289 HALAMAN
Penerbit PUSTAKA PELAJAR
Kategori

Jumlah yang ingin dibeli :

Deskripsi Buku

Ludwig Wittgenstein melihat hubungan realitas dan bahasa ini menjadi dua macam, yaitu proposisi dan proposisi elementer. Proposisi elementer ini adalah nama-nama yang menunjuk pada objek tertentu dalam realitas. Ia tidak memiliki makna apa pun. Tidak menunjukkan apa pun, sehingga ia tidak bisa berbicara benar atau salah. Yang memiliki makna hanyalah proposisi karena ia merupakan gambaran dari realitas, model dari kenyataan yang dibayangkan.

Bahasa sebagai salah satu alat dan medium transformatif bisa dimasukkan dalam bagian dari contoh bagaimana proposisi elementer tidak punya kuasa memberikan makna terhadap realitas. Sebab, bahasa hanya menjadi medium untuk menunjukkan adanya sebuah objek dalam realitas. Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan konsep ide Plato dalam pemikiran filsafatnya. Dalam konteks ini, Plato mengatakan, yang hakikat tidak terletak pada realitas. Tetapi, ada dalam dunia ide.

Pada persoalan hakikat inilah sebenarnya nilai-nilai universalitas itu bertengger, apa pun bentuk bahasa yang digunakan untuk mewakilinya. Maka, menjadi sesuatu yang patut diapresiasi secara positif ketika Munir Che Anam melakukan penelitian yang kemudian tersaji dalam bentuk buku berjudul Muhammad SAW dan Karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas ini. Munir melihat ada kesamaan antara konsep yang diidealkan Marx dengan ajaran yang dibawa Muhammad SAW, yaitu pada sisi perjuangan untuk menghilangkan ketidakadilan di masyarakat. Yang mesti dilihat adalah hakikat apa yang diperjuangkan, bukan bahasa, atau media lain untuk menamakan konsep dan ajaran tersebut, yang dipakai dalam sebuah perjuangan.

Kesamaan keduanya terletak pada konsep dan ajaran yang dibawa, yaitu perjuangan untuk menegakkan keadilan menuju tatanan masyarakat egaliter dan tanpa diskriminasi.

Karl Marx (1818-1883 M) melihat ketimpangan dan ketidakadilan sosial, terutama pada ranah ekonomi, di wilayah Eropa secara umum dan Prancis secara khusus, merasa terenyuh. Sampai akhirnya ketidakadilan itu mencapai titik klimaksnya pada revolusi besar yang berlangsung pada 1779 di Prancis.

Berangkat dari realitas kehidupan sosial yang demikian, ia kemudian membagi masyarakat menjadi dua kelompok, kelas borjuis sebagai pemilik modal dan cenderung menindas kelas proletar sebagai kelas kedua yang senantiasa tereksploitasi. Kondisi ketidakberdayaan kaum proletar tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi kelas borjuis untuk mempertahankan statusnya dalam strata sosial. Oleh karena itu, kelas borjuis akan terus berupaya mengendalikan status quo itu, dengan segala cara. Ketergantungan kelas proletar merupakan kondisi yang memang diharapkan oleh kelas borjuis.

Sosialisme yang dilontarkan Karl Marx merupakan pengejawantahan dari perlawanannya terhadap kondisi realitas masyarakat. Ia menginginkan kesengsaraan kaum proletar meningkat dan menumbuhkan ketidakpuasan serta rasa kebencian. Kesadaran kaum proletar terhadap ketidakadilan seluruh sistem kapitalistik ini, akan mendorong mereka untuk mulai mengorganisasi dan membangun kelas (hlm.196). Di sinilah titik tolak kemenangan proletariat. Ini adalah kondisi yang didambakan Karl Marx, di mana masyarakat terbangun di atas tatanan tanpa kelas (classes society). Sebuah idealisme yang sampai detik ini tak pernah terwujud dalam dunia realitas.

Tetapi kalau mau menoleh jauh ke belakang sebelum Karl Mark, tatanan masyarakat tanpa kelas sebenarnya sudah pernah diperjuangkan oleh Muhammad SAW (570-632 M) ketika berhadapan dengan masyarakat Arab. Dalam memperjuangkan masyarakat tanpa kelas, Muhammad dengan gagah melawan sistem kapitalisme di Makkah dan Madinah, memperjuangkan upah buruh, membela orang-orang yang dieksploitasi, hamba sahaya, kaum lemah, kaum miskin, para budak, dan bentuk-bentuk diskriminatif lainnya (hlm. 209).

Perjuangan menuju masyarakat tanpa kelas yang diistilahkan sebagai masyarakat egaliter dalam pandangan Hasan Hanafi atau masyarakat tauhidi dalam istilah yang dipakai Asghar Ali Engineer adalah kehidupan masyarakat yang menempatkan semua anggotanya pada posisi setara. Tidak ada superior dan inferior, penindas, dan tertindas.

Perjuangan Muhammad SAW melawan ketidakadilan menuju terciptanya masyarakat tanpa kelas berangkat dari setting sosial masyarakat Arab pra-Islam yang diskriminatif. Ajaran Islam yang dibawanya mengajarkan kesederajatan di antara sesama, karena yang membedakan hanya nilai ketakwaan dari setiap individu.

Pada sisi perjuangan kelas itulah sebenarnya persamaan ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW dengan pemikiran Karl Marx. Sekalipun ”persamaan” itu masih harus diletakkan dalam tanda kurung. Dalam arti, sebagaimana diungkap oleh Abdurrahman Wahid dalam kata pengantar untuk buku ini, bagaimanapun ajaran Muhammad SAW tidak bisa disamakan dengan konsep Karl Marx. Karena ajaran Muhammad tidak hanya bersumber pada akal semata yang berupa sunnah (ijtihadi). Tetapi ia juga berlandaskan pada wahyu Allah dalam Alquran. Dua sumber epistemologis itulah yang disebut, meminjam istilah al-Jabiri, kolaborasi antara epistemologi bayani dan burhani.

Hal itu berbeda dengan konsep yang dilontarkan Karl Marx beberapa abad kemudian yang hanya berangkat dari epistemologi burhani. Asumsi ini didasarkan pada filsafat Karl Marx yang bermula dari konsep dialektika dalam dunia nyata (empiris). Dengan begitu, semua elemen meta-empiris dianggap tidak memiliki peranan sama sekali. Hal inilah mengapa kemudian filsafat Karl Marx disebut dengan Materialisme Dialektik (dialectical materialism). Tuhan sama sekali tidak memiliki tempat dalam ruang pemikiran Karl Marx.

Itulah perbedaan pijakan yang dipakai Muhammad SAW dengan Karl Marx, sekalipun tidak bisa dinegasikan bahwa masih juga terdapat sisi kesamaan. Yaitu, sekali lagi, sama-sama memperjuangkan terbentuknya tatanan masyarakat tanpa kelas. Sebuah konsep universal yang tidak memiliki perbedaan apa pun di antara keduanya. Yang berbeda adalah nama yang dipakai terhadap objek realitas itu.

Apa yang dilontarkan Munir dalam buku ini cukup baik untuk memberikan penyadaran dan tambahan khazanah pengetahuan kita semua. Apalagi, di situasi zaman saat ini yang sudah terkontaminasi oleh kapitalisme global. Hanya saja kekurangan buku ini, sekalipun pada sisi fisik dan editing, tapi cukup mengganggu, adalah pada penulisan ayat yang banyak terbalik. Semoga bisa diperbaiki untuk edisi selanjutnya.

Customer Login

Lost password?

Rekomendasi

40 Teknik Yang Harus Diketahui Setiap Konselor

40 Teknik Yang Harus Diketahui

Bradley T. Erford

PUSTAKA PELAJAR

Rp120,000

Administrasi Pendidikan Edisi 9

Administrasi Pendidikan Edisi 9

Wayne K. Hoy & Cecil G. Miskel

Pustaka Pelajar

Rp195,000

Manajemen Strategis Inovasi Teknologi (Ed. 4)

Manajemen Strategis Inovasi Teknologi (Ed.

Mellissa A. Schilling

PUSTAKA PELAJAR

Rp165,000

Menuju Pendidikan Inklusi Ed. 7

Menuju Pendidikan Inklusi Ed. 7

Marilyn Friend

PUSTAKA PELAJAR

Rp250,000

METODE PENGAJARAN MONTESSORI TINGKAT DASAR

METODE PENGAJARAN MONTESSORI TINGKAT DASAR

DAVID GETTMAN

Pustaka Pelajar

Rp80,000

Metodologi Riset

Metodologi Riset

Sutrisno Hadi

PUSTAKA PELAJAR

Rp135,000

Pendidikan Anak Usia Dini Saat Ini Edisi 13

Pendidikan Anak Usia Dini Saat

George S Morrison

Pustaka Pelajar

Rp250,000

Pendidikan Sebagai Proses

Pendidikan Sebagai Proses

PAULO FREIRE

PUSTAKA PELAJAR

Rp50,000

PENELITIAN KUALITATIF DAN DESAIN RISET (Memilih diantara Lima Pendekatan) Edisi ketiga,2014

PENELITIAN KUALITATIF DAN DESAIN RISET

John W. Creswel

Pustaka Pelajar

Rp140,000


Twitter: pustakapelajar

Facebook